Sejarah Panjang Provinsi Sumatera Barat dan Perjuangan PRRI
PADANG, LELEMUKU.COM – Provinsi Sumatera Barat memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak masa Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dengan sebutan Hoofdcomptoir van Sumatra's westkust. Wilayah administratif ini kemudian berkembang mencakup pantai barat Sumatera dari Barus hingga Inderapura. Setelah kejatuhan Kerajaan Pagaruyung dan keterlibatan Belanda dalam Perang Padri, kawasan pedalaman Minangkabau dibagi menjadi Residentie Padangsche Benedenlanden dan Residentie Padangsche Bovenlanden.
Pada masa pendudukan Jepang, wilayah ini berganti nama menjadi Sumatora Nishi Kaigan Shu. Setelah kemerdekaan Indonesia, Sumatera Barat tergabung dalam Provinsi Sumatera yang berpusat di Bukittinggi. Pada tahun 1957, berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 19 Tahun 1957, Provinsi Sumatera Tengah dipecah menjadi tiga provinsi, yaitu Sumatera Barat, Riau, dan Jambi. Ibu kota provinsi sempat berada di Bukittinggi, kemudian dipindahkan ke Padang pada 29 Mei 1958.
Pada masa PRRI, Sumatera Barat menjadi salah satu wilayah yang terlibat dalam pergolakan. Meskipun demikian, provinsi ini terus berkembang hingga kini dipimpin oleh Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy. Sumatera Barat dikenal sebagai rumah bagi etnis Minangkabau dan Mentawai dengan budaya matrilineal yang masih dipertahankan. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.